Corak dan Hias

Tenun ikat Flores dengan keragaman motif dan warna alam nyaris punah, Penghargaan tenun ikat sebagai sebuah karya seni justru berdatangan dari luar negeri.

Danau "Tiga Warna" Kelimutu - Ende

Salah satu tempat wisata di Pulau Flores yang menarik perhatian Dunia.

Tempat Sejarah

Rumah Pengasingan, Monumen Pancasila dan Patung Perenungan Soekarno, Ende pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno pada tahun 1934-1938.

Taman Nasional Komodo - Flores Island

Tempat terbaik untuk melihat Komodo sekaligus Wisata Edukasi :) .

SAWAH JARING LABA-LABA - Manggarai

Warisan dari nenek moyang suku Manggarai yang unik, teras melingkar diatur seperti jaring laba-laba.

Tampilkan postingan dengan label Rakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rakat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juli 2014

Taman Nasional Komodo


Kendurkan syaraf dan bebaskan pikiran Anda untuk berpetualang di tempat yang menakjubkan ini. Saat berada di Taman Nasional Komodo seakan saja Anda berada di planet lain, sebuah pengalaman sangat mengesankan dan tak terlupakan bila mengunjunginya.
Datanglah ke Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Ada keindahan menunggu Anda di sini, belum lagi kekayaan biota bawah airnya. Sementara di atasnya terpampang pulau-pulau indah berpasir putih hingga yang berpasir merah muda indahnya saat disapa matahari.
Komodo adalah makhluk besar mirip kadal raksasa dengan memiliki panjang 2-3 m dan berat mencapai 165 kg, atau 100 kg saat perut kosong. Meskipun penampilannya menyeramkan, komodo bukanlah hewan pemburu yang aktif, mereka merupakan predator yang sabar. Di alam liar, komodo biasanya memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka. Mereka hanya butuh satu gigitan untuk melumpuhkan mangsanya. Setelah mengintai mangsanya, terkadang hingga berhari-hari, komodo akan memakan  mangsanya yang tengah sekarat.  
Meski besar ukurannya, bersisik, berkuku tajam, lidah menjulur bercabang dua, serta bentuknya yang purba tetapi Anda tidak perlu takut melihatnya seseram itu karena setiap pengunjung termasuk Anda yang ingin melihat hewan ini akan ditemanijagawana yang sekaligus sebagai pawang. Anda tinggal mematuhi saja semua petunjuk dan saran pemandu berpengalaman ini.
Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies langka yang hampir punah, hanya dapat Anda temukan di Taman Nasional Komodo. Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai a World Heritage Sitedan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986. Pertama kali ditemukan dunia ilmiah tahun 1911 oleh JKH Van Steyn. Sejak saat itu kemudian memperluas tujuan konservasinya juga untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat.
Taman ini mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km². Setidaknya 2500 ekor komodo hidup di wilayah ini. Komodo berukuran besar biasanya memiliki panjang 3 m dan berat 90 kg. Habitat komodo adalah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, batu karang, dan pantai yang airnya jernih. Di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung.  
Taman Nasional Komodo memiliki biota bawah laut yang menakjubkan. Para penyelam mengatakan bahwa perairan Komodo adalah salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Memiliki pemandangan bawah laut yang memukau. Anda dapat menemukan 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove, dan rumput laut sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu hijau, dan berbagai jenis hiu dan ikan pari.
(Sumber : http://www.indonesia.travel/)


Rabu, 09 Juli 2014

Flores, Pulau Bunga yang menakjubkan



Kops, Sebagai negara yang dijuluki Zamrud Khatulistiwa, Indonesia punya banyak sekali pulau yang indah. Salah satunya adalah Pulau Flores yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seperti apakah keindahan pulau yang dalam bahasa Portugis berarti bunga ini? 
Untuk bisa sampai ke Flores nih kops, kita bisa naik pesawat menuju ke enam bandara yang ada di Flores, yaitu Bandara Komodo di Labuan Bajo, Frans Sales Lega di Ruteng, Soa di Bajawa, H Hasan Aroeboesman di Ende, Frans Seda di Maumere dan Gewayantana di Larantuka. Nah, untuk melintas daratan Flores dari barat ke timur (Labuan Bajo – Ruteng – Bajawa – Ende – Maumere), kita bisa memilih mendarat di Bandara Komodo di Labuan Bajo. 
Saran saya kops, pilihlah tempat duduk dekat jendela pesawat. Karena begitu mendekati pulau seluas 14,300 km2 ini, pemandangan dari atas udara terlihat sangat menakjubkan kops. Pulau-pulau kecill dikelilingi oleh lautan biru. Hamparan pepohonan pun tampak seperti permadani hijau.

Sawah Spider Field
Ada satu kawasan di Pulau Flores yang begitu populer di kalangan wisatawan, yaitu Sawah Spider Field. Sawah yang berada di Cancar, Kabupaten Manggarai (sekitar 3 jam perjalanan dari Labuan Bajo) ini memiliki bentuk yang sangat unik, yaitu mirip jaring laba-laba. Sawah ini bukan sengaja dibentuk agar terlihat lucu, tetapi ini adalah sistem pembagian sawah yang dilakukan oleh ketua adat setempat. 
Tradisi pembagian sawah ini telah dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Manggarai. Sawah yang terbagi-bagi ini disebut Lingko. Pembagian tanah dilakukan dengan menentukan titik pusat dari tanah adat tersebut, kemudian ditanam kayu khusus di sana. Besar kecilnya tanah ditentukan oleh kedudukan seseorang dalam kampung dan jumlah keluarga. Semakin tinggi kedudukannya semakin besar tanah yang diperoleh. 

Jika dilihat dari jarak dekat, penampilannya memang seperti hamparan sawah biasa. Tetapi jika kita berjalan ke arah dataran yang lebih tinggi, maka akan terlihat hamparan sawah hijau kekuningan dengan bentuk mirip jaring laba-laba. Keunikan sawah jaring "Spiderman" ini mampu mempesona siapapun yang berkunjung kesana. 

Desa Bena, Desa dari Masa Lalu
Puas bermain-main di sawah kops, kita lanjutkan perjalanan ke kota Bajawa yang terletak 8 jam dari Manggarai. Nah, sekitar 18 km dari kota Bajawa, terdapat sebuah desa bernama Desa Bena. Ini adalah salah satu desa tradisional Flores yang masih meninggalkan jejak – jejak budaya Megalithikum. Sentuhan tradisional langsung terlihat begitu memasuki kawasan ini. Atap rumah yang terbuat dari rumbia-ijuk dan dinding kayu, serta peninggalan-peninggalan zaman batu membuat kita seolah memasuki zaman "Flinstone". 
Susunan rumahnya melingkar membentuk huruf U, dan setiap rumah memiliki hiasan yang berbeda-beda di atapnya. Atap rumah dengan boneka kecil berarti milik keluarga garis keturunan laki-laki, dan atap rumah dengan miniatur rumah kecil adalah untuk keluarga garis keturunan perempuan. Mata pencaharian utama warga desa ini adalah berladang. Karena lokasinya yang dikelilingi gunung, suasana desa ini sangat sejuk dan tenang.

Wajah Bunglon Danau Kelimutu

Setelah berkeliling desa Bena, rencana selanjutnya adalah menuju desa Moni yang jaraknya 5 jam dari Bajawa. Dari desa ini kita bisa naik ke puncak gunung Kalimutu untuk melihat sunrise. Di gunung setinggi 1.639 meter ini kita juga bisa melihat Danau Tiga Warns, ysitu 3 buah danau kawah dengan tiga warna berbeda. Danau Kelimutu berada di puncak gunung Kelimutu, bisa dicapai dengan trekking selama 1 jam. Perjalanan menuju puncak gunung cukup nyaman karena jalan setapak yang tersedia sudah sangat rapi.


Di bulan April (2013) lalu, warna dnau Kelimutu ini adalah hijau, coklat dan coklat kehitaman. Menurut para pemandu, setiap danau memiliki warna dan arti masing-masing dan terus berubah seiring waktu. Masyarakat sekitar percaya bahwa danau ini merupakan tempat bersemayamnya roh-roh dan memiliki kekuatan alam yang dahsyat. Secara ilmiah, perubahan warna danau Kelimutu disebabkan oleh kandungan mineral, lumut dan batu-batuan di dalam kawah dan juga pengaruh cahaya matahari.

Menurut para pemandu momen terbaik untuk berkunjung adalah bulan Juli dan Agustus karena warna danau terlihat lebih cerah. Di sekitar danau ini juga sering diadakan event di bulan Agustus dengan menampilkan pertunjukan seni budaya serta pameran yang berlatar keindahan danau Kelimutu. Selain danaunya yang menakjubkan, pemandangan gunung Kelimutu juga sangat indah, terutama di pagi hari. Matahari yang baru terbit menyajikan warna keemasan dipadu dengan kabut yang mulai menipis. Luar biasa! 




(Dikutip dari Liputan6.com)

Selasa, 08 Juli 2014

Tenun Ikat Flores




Salam Hangat Kops, kali ini kita akan berbagi cerita tentang Tenun Ikat Flores, Tenun ikat sendiri merupakan warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga kelestariannya, dan hampir semua daerah di Indonesia mempunyai hasil tenun ikat yang berbeda corak dan gaya, serta mempunyai arti dan filosofi tersendiri di setiap daerahnya. Salah satu contoh hasil tenun ikat tertua di Indonesia dan mempunyai arti serta filosofi yang tinggi adalah tenun ikat Flores dari Nusa  Tenggara Timur. 
Kain tenun ikat khas Flores adalah satu dari sekian banyak produk budaya tradisional khas Indonesia yang dibuat secara tradisional namun bernilai seni tinggi dan indah. Beberapa daerah di Flores merupakan sentra penghasil kain tenun ikat, di antaranya adalah Maumere, Sikka, Ende, Manggarai, Ngada, Nage Keo, Lio, dan Lembata di bagian timur Flores. Setiap daerah atau etnis memiliki ragam motif, corak dan preferensi warna yang berbeda-beda dalam membuat kain tenun ikat. Keragaman tersebut merupakan simbol-simbol yang merepresentasikan etnis, adat, religi, dan hal lainnya dari keseharian masyarakat Flores. 
Kain tenun khas daerah Sikka misalnya, biasanya selalu menggunakan warna gelap seperti hitam, coklat, biru, dan biru-hitam. Untuk motifnya, terdapat beberapa jenis yang khas, yaitu motif okukirei yang berdasarkan kisah tentang nenek moyang sub-etnis Sikka yang dulunya adalah pelaut ulung. Figur nelayan, sampan, udang, atau kepiting menjadi ciri khas bagi kain jenis motif ini. Terdapat pula jenis motif mawarani yang dihiasi dengan corak bunga mawar. Konon, motif ini merupakan motif khas yang khusus diperuntukkan bagi putri-putri Kerajaan Sikka. Motif ini kini menjadi favorit kaum perempuan. Sementara itu, tenunan di daerah Ende banyak menggunakan warna cokelat dan merah serta memadukannya dengan ragam hias motif bergaya Eropa. Hal ini karena letak strategis Ende di pesisir selatan Flores yang memungkinkan orang-orang Ende zaman dahulu mudah berhubungan dengan bangsa pendatang, seperti orang Eropa. Ciri khas lain motif kain tenun ikat Ende adalah penggunaan hanya satu jenis motif pada bidang di tengah-tengah kain. Proses pembuatan kain tenun tidak main-main, menghabiskan waktu kurang lebih 8 bulan (tergantung ukuran, warna dan motif) untuk satu buah sarung tenun siap pakai.
Bagi perempuan Flores, menenun juga merupakan harga diri dan harkat perempuan, karena menenun menjadi bekal wajib keterampilan bagi perempuan. Selain untuk membantu suami mereka secara finansial, tenun ikat  juga dijadikan sebagai mas kawin perempuan (dori). Jadi perempuan menenun di Flores bukan hanya menghasilkan produk kerajinan yang dapat membantu mereka secara ekonomi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap diri serta harkat dan martabatnya. 
Untuk teman-teman kops kalau ke flores jangan lupa untuk membeli cendra mata dari tenun ikat flores. Cintailah produk – produk Indonesia kops… Asli. 


Sabtu, 05 Juli 2014

Kota Ende



Kota Ende adalah ibu kota Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kota ini terletak di pesisir selatan Pulau Flores. Dengan populasi 60.000 jiwa, Ende merupakan kota terbesar di Flores.
Ende adalah tempat dari sebuah kerajaan. Penduduk daerah ini disebut sebagai orang Lio-Ende. Selama beberapa dekade, Ende menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan aktivitas politik.
Pemberontakan melawan yang dipimpin oleh Nipa Do dikenal sebagai Watu Api dan Mari Longa (1916-1917). Pada 1934, pemimpin nasional, Soekarno, yang nantinya menjadi presiden pertama Indonesia diasingkan ke Ende oleh pemerintah kolonial Belanda.
Pemandangan jalan di kota Ende pada tahun 1930-an

Profil Kota Ende 
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Ende , Youtube